“KAMUS KECIK” MENINGKATKAN KARAKTER “SANTUN” DAN MERAIH PERUNGGU TINGKAT NASIONAL DALAM OLIMPIADE PENELITIAN SISWA INDONESIA TAHUN 2019 DI JAKARTA

Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) merupakan ajang nasional yang diselenggarakan setiap tahun. Dan tahun ini SMPN 2 Sumberpucung baru mengikutinya, dan Alhamdulillah masuk final bidang IPS. Penelitian ini dikerjakan oleh tiga siswa yaitu Utari Suryaningrat (kelas 9F), Ilmi Roudlotun Na’fiah (kelas 9A), dan Ayu Cahyanig Tyas (kelas 9G), judul penelitian mereka adalah “Javanese Language Area dan Kamus Kecik dapat Meningkatkan Karakter Santun terhadap siswa”. Dalam penelitian tersebut mereka membuat sebuah kamus yang benama “Kamus Kecik”, kamus ini digunakan semua siswa sebagai panduan untuk berkomunikasi dengan bapak/ibu guru dengan menggunakan krama halus. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan, dan hasilnya sebesar 28 % dari sampel yang diambil yaitu 84 siswa mengalami peningkatan dalam berbahasa krama halusnya. Hal ini tidak terlepas dari dukungan dari Bapak Kepala Sekolah (Drs. Santoso, M.Pd), Bapak Waka Kurikulum (Drs. Saifudin Zuhri), bapak/ibu guru Bahasa Jawa (Bapak Bayu dan Ibu Azizah), serta bapak/ibu guru piket yang dengan tulus membantu mereka selama proses penelitian.

Selama persiapan menghadapi final di Jakarta yang diselenggarakan mulai tanggal 26 s.d 30 November di Hotel El Royal Kelapa Gading Jakarta, Tim finalis dari SMPN 2 Sumberpucung (Utari, Ayu, dan Ilmi) bekerja keras melatih diri dalam mempresentasikan hasilnya dengan menguji kemampuannya di depan bapak/ibu guru, ibu pengawas yang kebetulan ada acara di sekolah dan di depan Bapak Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Dan Alhamdulillah mereka semakin siap dalam mengikuti OPSI Tingka Nasional tahun 2019 ini.

Setelah semua perangkat pameran dan administrasi sudah siap, kami berempat berangkat pada tanggal 25 November 2019 naik kereta api dan selalu berdoa dalam hati semoga perjalanan kami selamat sampai tujuan dan membawa medali saat pulang. Sesampai di Jakarta tanggal 26 November 2019 pukul 10.00 kami naik taxi menuju Hotel El Royal. Sampai di hotel regrestrasi dan mengikuti semua kegiatan yang telah panitia tetapkan lewat buku panduan. Karena panitia hanya menanggung dua orang (satu siswa dan satu pendamping), maka kami menyewa kamar lagi di Hotel Wish Prime tidak jauh (600 m) dari Hotel El Royal. Meskipun kami dipisahkan karena antara pendamping dan peserta tidak boleh satu kamar, maka kami sepakat untuk tidur satu kamar di Hotel Prime agar komunikasi kami tidak mengalami masalah, setelah regrestasi kami menyiapkan stand kami untuk acara pembukaan nanti malam.

Tahun ini sangat berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, peserta saat presentasi tidak lagi di ruangan tertutup, tetapi di ruangan terbuka dan siapapun bisa melihatnya. Pameran berlangsung selama dua hari dan Alhamdulillah banyak pengunjung yang tertarik dengan “Kamus Kecik” kami. Hari ketiga (Kamis) Tim KIR SMPN 2 Sumberpucung maju untuk presentasi dan Alhamdulillah mereka tampil memukau para juri dan peserta dari daerah lain. Bahkan media merekam drama singkat yang ditampilkan Utari dkk, Setelah presentasi mereka menangis terharu, para pendamping dari daerah lain memberikan motivasi agar mereka tenang dan memberitahu pada mereka kalau penampilan mereka sangat bagus. Mereka melanjutkan menunggu stand sampai jam 17.30 WIB setelah itu semua peserta membongkar stand, dan mempersiapkan malam keakraban.

Malam keakraban merupakan malam perkenalan dari semua peserta yang berasal dari seluruh Indonesia, dan Utari terpilih mewakili propinsi Jawa Timur untuk menampilkan sebuah tari kreasi baru dengan judul Tari Cundrik Purboretno, penampilan Utari membuat semua penonton terkesima, bahkan setelah selesai menari pun banyak yang memnta foto bersama, dalam atraksi ini kami tidak sempat mengabadikan saat Utari di atas panggung, namun kami mengabadikan dengan teman satu tim yang juga memakai pakaian adat.

Hari keempat semua peserta dan pendamping di ajak jalan-jalan ke Dufan. Setelah dua hari semua peserta mengalami tekanan dan suasana hati yang menagangkanm, maka acara wisata edukasi ini sebagai sarana untuk membuat para peserta bergembira menikmati wahana yang ada di dufan. Beberapa dokumentasi saat mereka menikmati suasana di dufan.

Setelah seharian menikmati wahana Dufan, kami pulang ke hotel pukul 14.00 dan kegiatan kami selanjutnya adalah penanda tanganan buku tabungan bagi para peserta, dan setiap peserta emperoleh beasiswa sebesar 3 juta rupiah. Acara demi acara telah kami lalui dan tibalah acara puncak penganugerahan medali kepada tim yang akan diumumkan oleh para juri. Satu persatu dibacakan dan tibalah bidang IPS diumumkan, dengan rasa berdebar-debar jantung kami, akhirnya nama Utari Suryaningrat disebutkan dan meraih Medali Perunggu langsung sujud syukur kami sembahkan kepada Allah SWT yang telah memberikan keberkahan bagi tim kami SMPN 2 Sumberpucung.

Betapa bergembiranya hati kami saat menerima penghargaan ini, satu lagi bukti bahwa siswa-siswi SMPN 2 Sumberpucung memperlihatkan prestasi yang gemilang, bukan hanya di Tingkat Kabupaten tetapi sampai di Tingkat Nasional. Dan setelah sampai kembali di Kabupaten Malang, pada hari senin tanggal 2 Desember 2019, Tim peraih medali perunggu mendapatkan sambutan yang luar biasa di sekolah, dan Bapak Kepala Sekolah Drs. Santoso, M.Pd memberikan penghaargaan kepada Utari, Ilmi dan tyas.

Kami mengucap syukur Alhamdulillah atas segala keberkahan ini, semoga ini menjadi jalan bagi kami untuk tetap terus berkarya dan mengantar penerus-penerus bangsa yang berakhlak, berkarakter dan bermartabat.



Tinggalkan Pesan