TGP Makarti di SMP Negeri 2 Sumberpucung merupakan program kokurikuler lintas mata pelajaran yang dirancang untuk menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya. Melalui pendekatan berbasis proyek, kegiatan ini mengintegrasikan proses berkarya, literasi digital, dan pelestarian kearifan lokal sebagai sarana penguatan karakter peserta didik. Program ini sekaligus menjadi wahana pengembangan 8 Dimensi Profil Lulusan secara kontekstual dan bermakna
TGP Makarti dikembangkan dengan visi mengakar kuat pada tradisi, namun tetap bertumbuh melalui kreativitas dan inovasi. Oleh karena itu, siswa tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk, tetapi juga memahami nilai budaya yang melandasi setiap karya yang dibuat. Pendekatan ini mendorong terbentuknya kepekaan kultural sekaligus kemampuan berpikir kreatif.
Seluruh rangkaian kegiatan TGP Makarti di SMP Negeri 2 Sumberpucung dilaksanakan secara intensif mulai 21 Januari 2026 dan mencapai puncaknya dalam Pameran dan Gelar Karya pada 29–30 Januari 2026. Proses ini menekankan pembelajaran bermakna melalui pengalaman langsung.
Pada jenjang kelas 7, siswa difokuskan pada penguatan keterampilan tangan dan pengenalan nilai budaya lokal. Kegiatan utama meliputi:
- Bleaching Tie Dye, yaitu eksplorasi motif kain dengan teknik pemutihan untuk membentuk pola artistik bernuansa budaya Malang.
- Makrame Gantungan Kunci, sebagai latihan ketelitian, kesabaran, dan estetika melalui seni simpul manual.
- Selain keterampilan manual, siswa juga diperkenalkan pada pelestarian budaya dan teknologi informasi. Kegiatan Wadya Bala (Pencak Silat) menjadi media internalisasi nilai luhur budaya bangsa. Selanjutnya, siswa mengemas informasi tersebut dalam bentuk infografis berbahasa Inggris dan vlog dokumenter, sehingga tradisi dapat dikomunikasikan secara modern dan global.


Siswa kelas 8 menghadapi tantangan kreatif yang lebih kompleks. Salah satunya melalui lukis totebag budaya, yaitu pengaplikasian identitas lokal Malang pada media fungsional yang ramah lingkungan. Kegiatan ini menggabungkan seni rupa, kepedulian lingkungan, dan gaya hidup modern.
Selain itu, siswa juga menghasilkan makrame gantungan dinding, karya dekorasi interior yang menuntut konsistensi pola dan teknik anyaman tingkat lanjut.
Dalam bidang seni pertunjukan, siswa kelas 8 menampilkan sendratari, yaitu perpaduan drama dan tari tanpa dialog. Melalui ekspresi gerak, mimik, dan iringan musik, siswa belajar menyampaikan narasi legenda atau sejarah secara kolaboratif dan artistik.

Puncak kegiatan TGP Makarti di SMP Negeri 2 Sumberpucung diwujudkan melalui Pameran dan Gelar Karya. Seluruh produk siswa, mulai dari kaos tie dye, totebag lukis, karya makrame, hingga konten digital, dipamerkan kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas pembelajaran.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga melatih tanggung jawab siswa terhadap proses desain, produksi, hingga presentasi karya. Dengan demikian, siswa belajar menghargai proses sekaligus hasil kerja mereka sendiri.


Melalui TGP Makarti, SMP Negeri 2 Sumberpucung membuktikan bahwa pelestarian tradisi dapat berjalan seiring dengan kemajuan teknologi. Perpaduan keterampilan tradisional dan literasi digital menciptakan ruang pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Melalui TGP Makarti, SMP Negeri 2 Sumberpucung membuktikan bahwa pelestarian tradisi dapat berjalan seiring dengan kemajuan teknologi. Perpaduan keterampilan tradisional dan literasi digital menciptakan ruang pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
