Tim KIR SMP Negeri 2 Sumberpucung kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam ajang Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2026, para siswa berhasil meraih sejumlah penghargaan melalui penelitian dan inovasi di bidang budaya, pendidikan, serta sosial ekonomi. Pencapaian ini memperkuat prestasi SMPN 2 Sumberpucung di KREASI 2026 sekaligus menunjukkan kemampuan siswa dalam mengembangkan ide kreatif menjadi karya penelitian yang inovatif.
Babak final KREASI 2026 diselenggarakan pada 16–19 Oktober 2026 di Sahid Raya Hotel & Convention Hall, Yogyakarta. Dalam kompetisi tersebut, Tim Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMPN 2 Sumberpucung mengikuti tiga bidang, yaitu Bahasa, Budaya, dan Agama (BA); Sosiologi, Ekonomi, dan Kewirausahaan (SE); serta Pendidikan (PP 1).
Prestasi Tim KIR SMPN 2 Sumberpucung di KREASI 2026
KREASI merupakan ajang kompetisi yang menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan inovasi melalui penelitian. Para peserta memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan hasil karya sekaligus mempertanggungjawabkan gagasan penelitian mereka di hadapan dewan juri.

Keikutsertaan Tim KIR SMPN 2 Sumberpucung dalam KREASI 2026 menghasilkan berbagai penghargaan. Sejumlah penelitian yang diangkat para siswa juga menunjukkan upaya menggabungkan teknologi, permainan edukatif, dan kearifan budaya lokal sebagai media pembelajaran yang menarik bagi generasi muda.
1. Muhammad Lukmanul Hakim Raih Gold Medal
Prestasi tertinggi pada bidang Bahasa, Budaya, dan Agama (BA) diraih oleh Muhammad Lukmanul Hakim dari kelas IX-B. Melalui penelitian berjudul “Pengembangan Game Edukasi Digital Berbasis Narrative Gameplay ‘Anoman Obong Rise of Lanka’ sebagai Media Pembelajaran Budaya”, ia berhasil meraih Gold Medal.
Penelitian ini mengangkat cerita dan budaya melalui game edukasi digital. Pendekatan tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan media pembelajaran budaya yang lebih menarik dan dekat dengan kehidupan generasi digital.
Capaian Gold Medal ini menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus menunjukkan potensi siswa dalam mengembangkan gagasan kreatif menjadi karya inovasi berbasis budaya.

2. Evra Alya Mukhbita dan Alvino Hadiansyah Raih Silver Medal
Masih dalam bidang Bahasa, Budaya, dan Agama, prestasi berikutnya diraih oleh Evra Alya Mukhbita dari kelas IX-B dan Alvino Hadiansyah dari kelas IX-A.
Keduanya mengusung penelitian berjudul “BOARD GAME LELANA: Inovasi Media Pembelajaran Berbasis Gamifikasi untuk Eksplorasi Budaya Wayang Topeng Malangan” dan berhasil memperoleh Silver Medal.

Penelitian tersebut mengembangkan permainan papan sebagai media pembelajaran berbasis gamifikasi untuk mengenalkan budaya Wayang Topeng Malangan. Inovasi ini mengangkat kekayaan budaya lokal melalui pendekatan permainan yang dapat mendukung proses eksplorasi dan pengenalan budaya kepada siswa.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal dapat dikembangkan menjadi gagasan inovatif yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini.
3. Rizky Andhika Pratama dan Chelsea Angel Di Maria Raih Bronze Medal
Pada bidang Sosiologi, Ekonomi, dan Kewirausahaan (SE), Rizky Andhika Pratama dari kelas IX-C bersama Chelsea Angel Di Maria dari kelas IX-B berhasil meraih Bronze Medal.
Keduanya mengembangkan penelitian berjudul “Sovereign of Majapahit: Integrasi Simulasi Kehidupan dan Stratifikasi Sosial Wilwatikta dalam Simulasi Boardgame Edukatif Berbasis Literasi Sejarah”.
Penelitian ini mengangkat sejarah Majapahit melalui simulasi kehidupan dan stratifikasi sosial dalam bentuk permainan papan edukatif. Pendekatan tersebut memadukan permainan dengan literasi sejarah sehingga materi sejarah dapat dieksplorasi melalui media yang interaktif.
Penghargaan Bronze Medal yang diraih menjadi pencapaian membanggakan sekaligus menambah deretan prestasi penelitian siswa SMPN 2 Sumberpucung di tingkat nasional.
4. Muhammad Atharrayhan Arasya Wibowo Raih Dua Penghargaan
Prestasi lainnya datang dari Muhammad Atharrayhan Arasya Wibowo, siswa kelas VIII-A. Melalui penelitian berjudul “Gatotkaca: Kesatria Langit Jawa – Transformasi Budaya Wayang ke Game Edukasi untuk Revitalisasi Literasi Budaya Generasi Digital”, ia berhasil memperoleh dua penghargaan, yaitu Honorable Mention dan Award of Excellence.
Karya tersebut mengangkat tokoh Gatotkaca dalam budaya wayang dan mengembangkannya menjadi gagasan game edukasi untuk mendukung literasi budaya di kalangan generasi digital.
Pencapaian dua penghargaan ini menunjukkan bahwa siswa dapat mengeksplorasi warisan budaya melalui pendekatan kreatif yang selaras dengan perkembangan teknologi dan kebiasaan belajar generasi muda.

5. Kayla Assyifa Janitra dan Farradyia Nurusyafa Medita Raih Silver Medal dan Poster Terbaik
Penghargaan membanggakan lainnya diraih oleh Kayla Assyifa Janitra dan Farradyia Nurusyafa Medita dari kelas IX-B.
Melalui penelitian berjudul “Pengembangan Cardgame WAYANG GO! sebagai Media Edukasi guna Mengenal Tokoh Wayang Kulit kepada Generasi Muda”, keduanya berhasil meraih Silver Medal sekaligus penghargaan Poster Terbaik.
Penelitian ini mengembangkan permainan kartu sebagai media edukasi untuk mengenalkan tokoh wayang kulit kepada generasi muda. Selain keberhasilan dalam penelitian, penghargaan Poster Terbaik menjadi apresiasi terhadap kualitas penyajian poster ilmiah yang mereka tampilkan dalam kompetisi.
Capaian tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan penelitian tidak hanya berkaitan dengan gagasan dan hasil karya, tetapi juga dengan kemampuan mengomunikasikan hasil penelitian secara jelas dan menarik.

Kepala Sekolah Apresiasi Prestasi Siswa SMPN 2 Sumberpucung
Kepala SMPN 2 Sumberpucung, Davit Harijono, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pencapaian para siswa dalam ajang KREASI 2026.

“Prestasi yang ditorehkan oleh Tim KIR SMPN 2 Sumberpucung merupakan bentuk upaya sekolah dalam mewujudkan generasi muda yang cerdas, bertakwa, berwawasan global, juga berjiwa kearifan lokal. Semoga keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus belajar, berkarya, dan berani berkompetisi,” ujarnya.
Apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi para siswa untuk terus mengembangkan kemampuan penelitian, kreativitas, dan inovasi. Prestasi yang diraih juga diharapkan dapat menginspirasi siswa lainnya agar berani menuangkan ide, mengeksplorasi potensi diri, dan mengikuti kompetisi sesuai minat serta bakat masing-masing.
Proses Penelitian Membentuk Karakter dan Kemampuan Siswa
Keberhasilan Tim KIR SMPN 2 Sumberpucung di KREASI 2026 tidak terlepas dari proses panjang dalam mengembangkan ide, menyusun laporan penelitian, mempersiapkan presentasi, hingga mengikuti penilaian pada babak final.
Proses tersebut memberikan pengalaman berharga bagi siswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, dan membangun kepercayaan diri. Mereka juga memperoleh kesempatan untuk bertukar wawasan dengan peserta dari berbagai daerah.
Pengalaman mengikuti kompetisi penelitian menjadi bagian penting dalam proses belajar. Siswa tidak hanya berupaya menghasilkan karya yang berkualitas, tetapi juga belajar menyampaikan gagasan, mempertanggungjawabkan hasil penelitian, serta mengembangkan kemampuan untuk menghadapi tantangan.
Melalui kegiatan KIR, siswa diharapkan semakin terbiasa mengembangkan pertanyaan, mengeksplorasi ide, dan mencari solusi kreatif terhadap berbagai persoalan melalui pendekatan penelitian.
Inovasi Budaya Lokal Menjadi Kekuatan Prestasi Siswa
Salah satu hal yang menonjol dari karya-karya Tim KIR SMPN 2 Sumberpucung di KREASI 2026 adalah pemanfaatan budaya lokal sebagai sumber inspirasi inovasi. Tokoh wayang, Wayang Topeng Malangan, dan sejarah Majapahit menjadi bagian dari gagasan penelitian yang dikembangkan para siswa.
Budaya tidak hanya dipandang sebagai warisan yang perlu dilestarikan, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi untuk menciptakan media pembelajaran yang kreatif. Melalui game edukasi digital, permainan papan, dan permainan kartu, siswa berusaha menghadirkan pendekatan baru untuk mengenalkan budaya kepada generasi muda.
Inovasi tersebut sejalan dengan pentingnya membangun generasi yang mampu memanfaatkan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan identitas dan kearifan lokal.
Dengan mengembangkan karya berbasis budaya, para siswa turut menunjukkan bahwa kreativitas, penelitian, dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan.
Prestasi KREASI 2026 Menjadi Motivasi untuk Terus Berkarya
Deretan penghargaan yang diraih dalam KREASI 2026 menunjukkan potensi siswa SMPN 2 Sumberpucung dalam mengembangkan penelitian dan inovasi di berbagai bidang. Capaian ini menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus motivasi untuk terus menumbuhkan budaya belajar, berkarya, dan berkompetisi secara positif.
Prestasi bukan hanya tentang medali dan penghargaan. Di balik setiap pencapaian, terdapat proses belajar, kerja keras, keberanian mencoba, serta kemauan untuk mengembangkan gagasan menjadi karya yang bermanfaat.
Melalui Tim KIR SMPN 2 Sumberpucung, semangat penelitian dan inovasi diharapkan terus tumbuh di kalangan siswa. Dengan dukungan sekolah dan lingkungan belajar yang mendorong kreativitas, semakin banyak siswa diharapkan berani mengeksplorasi potensi, menghasilkan karya, dan mengharumkan nama sekolah melalui prestasi di masa mendatang.

